WAKTU INDONESIA – Pemerintah Desa (Pemdes) diharapkan dapat menyiapkan diri menjadi desa tangguh bencana. Hal itu guna menyiasati potensi bencana alam gempa bumi di Kabupaten Pesawaran yang dapat terjadi kapan saja.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran Sofyan Agani mengatakan, wilayah Kabupaten Pesawaran masuk salah satu daerah yang berada di Sesar Tarahan dan Sesar Semangko. Artinya, potensi terjadi gempa sangat dimungkinkan dialami.
“Maka dari itu, desa kita diharapkan dapat mengedukasi diri agar menjadi desa tangguh bencana,” kata dia, Kamis 8 Agustus 2024.
Menurutnya, bencana dibagi menjadi prabencana peristiwa bencana dan pasca bencana yang keseluruhannya menjadi tanggungjawab bersama bukan pada pemerintah semata.
“Kondisi geografis wilayah Kabupaten Pesawaran memiliki potensi bencana lain seperti longsor dan banjir serta tsunami yang diakibatkan dari gempa bumi,” ujarnya.
“Sementara sektor yang bersentuhan langsung ada di desa-desa sehingga diperlukan pemahaman yang cukup ditengah masyarakat agar nantinya siap menghadapi ketika ada bencana,” timpalnya.
Dirinya menjelaskan, dalam menangani persoalan bencana harus dilakukan secara komprehensif dan mengurangi egosektoral pada masing-masing pihak sehingga lebih memudahkan mengaktualisasi di lapangan.
“Pemahaman bisa dilakukan melalui Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda,Tokoh Agama,Tokoh Adat dan sejumlah elemen masyarakat lainnya serta kita semua ini dapat menurunkan egosektoral pada pihak yang terkait,” jelasnya.





