Lahan Basah dibalik Program BPNT, Untungkan Suplayer yang Tidak Jelas Keberadaannya di Pedoman Umum

  • Bagikan

GEDONGTATAAN, WII – Salah satu program pemerintah pusat dalam membantu perekonomian keluarga prasejahtera, nampaknya hanya menjadi lahan basah bagi sebagian kelompok elit yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Suplayer bahan pangan dalam Program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).

Menariknya, keberadaan Suplayer dalam program yang mulai dikucurkan sejak tahun 2017 tersebut, tidak secara rinci disebutkan keberadaannya dalam pedoman umum yang menjadi dasar pelaksanaan program tersebut.

Merujuk pada salah satu kecamatan di Kabupaten Pesawaran, suplayer dengan nama CV MJM menjadi satu-satunya suplayer di Kecamatan Gedongtatan, yang bertugas memasok bahan pangan yang nantinya akan diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui e-Warong yang berada di kecamatan tersebut.

“Ya memang setiap bulan yang masok bahan pangan ini CV MJM, dan satu kecamatan (Gedongtatan) ini semua MJM yang pasok,” kata Madum, pemilik e-Warong di Desa Kebagusan, Kecamatan Gedongtatan, Rabu (15/7).

Madom mengungkapkan setiap bulannya, e-Warong miliknya hanya bertugas untuk menyalurkan bantuan pangan yang sudah berbentuk dalam satu paket, yang didalamnya terdiri dari beras 12 kg, telur ayam 15 butir, buah Pir setengah kg, kentang setengah kg, dan juga kacang hijau seperempat kg.

Ia menyadari, bahwa jumlah bantuan pangan yang diberikan tersebut, tidak sesuai dengan anggaran bantuan sebesar 200 ribu rupiah untuk satu KPM.

“Ya orang awam juga bisa ngitung, berapa jumlah bahan pangan dalam satu paket itu, jadi keuntungan mereka (suplayer) itu sudah terlalu besar,” ujar dia.

“Sedangkan kami ini cuma dapat keuntungan sebesar lima ribu rupiah dari satu paketnya,” tambah dia.

Madum berharap, agar pihak suplayer dapat lebih menyesuaikan paket bantuan pangan yang diberikan sesuai dengan anggaran bantuan yang diberikan pemerintah.

BACA JUGA:  Ini Identitas Mayat Mengambang Terbungkus Plastik di Pugung, Polisi: Diduga Dibunuh

“Ya kasih kapasitas yang sesuai lah, kasian masyarakat,” harap dia.

  • Bagikan