Gandeng Badan Tenaga Nuklir Nasional, Pushidrosal Kembangkan Padi Sidenuk, Juga Padi Laut di Lahan Berpasir

281

JAKARTA, WII – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) melangsungkan uji coba mengembangkan penanaman padi Hasil Dedikasi Nuklir (Sidenuk) di Desa Lemahbang Kulon Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Berdasarkan keterangan tertulis Pushidrosal yang diterima Waktuindonesia.id, Jumat (7/8), bibit unggul itu dinamai Sidenuk karena hasil rekayasa genetika, kerjasama Pushidrosal dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Demikian ditandaskan Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro, diwakili Direktur Potensi Maritim Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Dirpotmar Pushidrosal) Kolonel Laut (P) Suhendro (Han) yang tengah mengikuti panen raya dalam rangka Ketahanan Pangan Tahun 2020.

Ia bersama Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, melalui Video Conference (Vicon), di Mako Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara pada Rabu (5/08).

Dikatakan, uji coba penanaman padi Sidenuk mulai penanaman pada tanggal 01 Maret 2020 dan pada tanggal tanggal 3 Juni 2020 melaksanakan panen dengan masa tanam 100 hari serta dapat menghasilkan 6 – 7 Ton/Ha.

“Selain penanaman padi jenis Sidenuk, Pushidrosal juga melaksanakan penamaman padi Jenis ‘IR Gebray’ yang merupakan padi lokal bekerjasama dengan masyarakat binaan Pushidrosal di Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sebagai pembanding dimulai tanggal 08 April 2020, dan dipanen pada tanggal 28 Juli 2020 dengan lama masa tanam 110 hari.”

Hasilnya, lanjit dia, sekitar 2,5 ton/8.000 M2. Selain di Banyuwangi dan Jonggol, Pushidrosal juga melakukan uji coba penanaman “Padi Laut” dengan media tanam berpasir di Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu Jakarta Utara, yang sampai dengan saat ini masih melaui tahap penelitian.

Program Ketahanan Pangan Pushidrosal, selain ujicoba pengembangan padi bibit unggul,  juga mensosialisasi dan mengedukasi budi daya Lele dan Aquaponic kepada anggota Pushidrosal, agar dapat dikembangkan di rumah masing-masing.  Sebagai aplikasi budidaya tersebut, dengan melaksanakan penebaran bibit Lele sebanyak 3.000 ekor yang dilaksanakan dengan sistem Bioflok dan Aquaponic pada tanggal 9 April 2020 dan dalam jangka waktu 3 bulan dapat menghasilkan 250 kg Lele yang dipanen pada tanggal 10 Juli 2020 dengan tingkat keberhasilan 80%.

BACA JUGA:  Berapa Nilai Transaksi Dikenai Materai 10.000? Bagaimana Solusi saat Materai Baru belum Beredar? Ini Penjelasan KP2KP Liwa

“Pada bulan Oktober 2020 mendatang, Pushidrosal akan  melakukan ujicoba kembali padi bibit unggul baik jenis ‘Sidenuk’ maupun jenis baru yang sesuai dengan kondisi alam dan iklim di Indonesia maupun lebih tahan terhadap serangan hama, dengan harapan hasilnya dapat didistribusikan ke seluruh wilayah melalui Lantamal dan Lanal di seluruh Indonesia sebagai bibit unggul,” terangnya.

Hal ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Nasional terutama saat menghadapi Pandemi Covid-19 ini.

“Kegiatan Vicon yang dilaksanakan bersama Kasal tersebut diikuti serentak oleh seluruh Kotama, Lantamal dan jajaran Lanal dari Sabang sampai Merauke. Untuk kegiatan Vicon Pushidrosal, pelaksanaannya bertempat di area Ketahanan Pangan di lapangan apel mako Pushidrosal,” pungkasnya.

(esa)

Facebook Comments